aku merangkak
mencari cahaya dari jendela
ku heningkan segala suara
demi mendengar suara tetesan bekas air hujan
yang pecah
terhantam tanah
aku susun rentetan memori
aku mengais pecahan-pecahan cerita
dengan tenagaku yang tersisa
aku jalan buntu
aku temukan pintu
lalu aku terkunci disitu
aku menangis
membenturkan segala kesalku ke tanah
segala rasa bercampur amarah
aku resah
aku jadi merah
di dalam gelap
meratap
meminta tuhan kembalikan susunanku yang hilang
mungkin semuanya sudah terbang
tertiup angin dari pilar-pilar ventilasi diatas tiang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar